Praktikum Basis Data 13

 NORMALISASI DATA

 

  Normalisasi adalah proses pengelompokan atribut data yang membentuk entitas sederhana, nonredundan, fleksibel, dan mudah beradaptasi, Sehingga dapat dipastikan bahwa database yang dibuat berkualitas baik.

Tujuan Normalisasi Database  adalah untuk menghilangkan dan mengurangi redudansi data dan tujuan yang kedua adalah memastikan dependensi data (Data berada pada tabel yang tepat).

Jika data dalam database tersebut belum di normalisasi maka akan terjadi 3 kemungkinan yang akan merugikan sistem secara keseluruhan. 

1.       INSERT Anomali : Situasi dimana tidak memungkinkan memasukkan beberapa jenis data secara langsung di database.

2.       DELETE Anomali: Penghapusan data yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, artinya data yang harusnya tidak terhapus mungkin ikut terhapus.

3.       UPDATE Anomali: Situasi dimana nilai yang diubah menyebabkan inkonsistensi database, dalam artian data yang diubah tidak sesuai dengan yang diperintahkan atau yang diinginkan.

 

PENERAPAN BENTUK NORMALISASI

Pada proses perancangan database dapat dimulai dari dokumen dasar yang dipakai dalam sistem sesuai dengan lingkup sistem yang akan dibuat rancangan databasenya. Berikut ini adalah contoh dokumen mengenai faktur pembelian barang pada PT. Mutiara Mukti.


1.      1. Bentuk Unnormalisasi

Langkah pertama dalam melakukan normalisasi data adalah dengan membentuk contoh data tersebut diatas dengan membentuk unnormalisasi data, dengan cara mencantumkan semua atribut data yang ada apa adanya seperti terlihat berikut ini :

No Faktur

Kode Supplier

Nama Supplier

Kode Barang

Nama Barang

Jumlah Barang

Tanggal

273

335

PT. Indah

B2

Meja

3

02/05/87

 

 

 

B3

Kursi

2

 

 

 

 

B4

Lemari

4

 

 

 

 

B5

Rak Buku

4

 

 

 

 

B6

Televisi

2

 


2. Bentuk Normal Pertama (1NF)

    Dari faktur pembelian barang pada PT. Mutiara Mukti. pembelian diatas kita dapat menjadi bentuk normal pertama dengan memisah-misahkan data pada atribut-atribut yang tepat dan bernilai atomik, juga seluruh record / baris harus lengkap adanya.

No Faktur

Kode Supplier

Nama Supplier

Kode Barang

Nama Barang

Jumlah Barang

Tanggal

273

335

PT. Indah

B2

Meja

3

02/05/87

273

335

PT. Indah

B3

Kursi

2

02/05/87

273

335

PT. Indah

B4

Lemari

4

02/05/87

273

335

PT. Indah

B5

Rak Buku

4

02/05/87

273

335

PT. Indah

B6

Televisi

2

02/05/87



3. Bentuk Normal Kedua (2NF).

Bentuk normal kedua dengan melakukan dekomposisi tabel diatas menjadi beberapa tabel dan mencari kunci primer dari tiap-tiap tabel tersebut dan atribut kunci haruslah unik.

Relasi Supplier

Kode  Supplier

Nama Supplier

335

PT. Indah


            Relasi Barang

Kode Barang

Nama Barang

Jumlah

B2

Meja

3

B3

Kursi

2

B4

Lemari

4

B5

Rak Buku

4

B6

Televisi

2


            Relasi Faktur

No Faktur

Tanggal

Kode Barang

Kode Supplier

273

1987-05-02

B2

335

273

1987-05-02

B3

335

273

1987-05-02

B4

335

273

1987-05-02

B5

335

273

1987-05-02

B6

335


3. Bentuk Normal Kedua (2NF)
    
    Bentuk normal ketiga mempunyai syarat, setiap relasi tidak mempunyai atribut yang bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama dan harus memenuhi bentuk normal kedua (2 NF).






    



4